Jika kita lihat orang-orang sekeliling
kita, orang-orang bahagia ataupun orang-orang ceria adalah orang-orang yang
memiliki banyak sahabat. “Persahabatan
bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu”. Tahu sepenggal lirik Kepompong yang dipopulerkan Sindentosca?
Memang kenyataannya sehabatlah yang
menguatkan kita dikala kita lemah. Sahabat sebagai sumber inspirasi selain
keluarga . Apalagi mungkin untuk beberapa orang yang kehidupannya jauh dari
keluarga sudah menganggap sahabat sebagai satu persaudaraan atau satu
kekeluargaan.
Sahabat yg baik akan mengerti ketika kita berkata "maaf, aku lupa!".
Sahabat
yg baik akan menunggu bahkan untuk slamanya ketika kita berkata "tunggu
sebentar !". Sahabat yg baik tidak akan pernah pergi ketika kita berkata
"tinggalkan aku sendiri!"
Disaat kita cacat, sahabat memperbaiki
kita.
Disaat kita rapuh, sahabat menguatkan kita.
Disaat kita terluka, sahabat mengobati
kita.
Disaat kita bahagia, sahabat pun ikut
tertawa.
Tapi sedihnya, disaat kita bahagia atas
kehadiran seseorang yang mencintai kita, sahabat hanya tersenyum. Sahabat tahu
kita akan segera meninggalkannya. Terkadang kita terlalu bahagia dan melupakan
sahabat. Padahal, hei…. sahabat masih disana, bersiap-siap menangkap kita
apabila kita terjatuh atas cinta. Sahabat melapangkan pundaknya untuk
memberikan tempat kita menangis dalam pelukan. Sahabat melapangkan hatinya
untuk memberi tempat kita bercerita. Bahkan sahabat selalu menyisakan tempat di
pikirannya untuk memikirkan kita.
Sahabat adalah gelar yang paling indah. Tapi
ingat satu hal, jangan mencari persahabatan
tapi jadilah sahabat untuk semua.

No comments:
Post a Comment