Wednesday, August 22, 2012

Kegalauan tahun lalu

Ga kerasa sudah setahun saya berkecimpung, menggali, mencari, menangkap, mencuri, dan meracik ilmu di Jurusan Matematika FMIPA Unpad. Setahun bener-bener ga kerasa deh, tau-tau saya disuruh memilih bidang minat antara Matematika Murni, Matematika Terapan, atau Ilmu Komputer. Sampai sekarang masih bingung kenapa milih matematika sebagai jurusan pilihan di SNMPTN dulu. Bener-bener dah, H-1 penutupan pendaftaran snmptn saya baru memilih matematika sambil harap-harap cemas "salah ngambil jurusan ga yaa?

Eh, Matematika itu pilihan kedua lho.
Sengaja di pilihan dua karena waktu dinasehatin sama temen2 masa-masa Learning Camp dari LPP Salman ITB "pilihan dua itu pilihan cari aman. pilihan pertama rada tinggian dikit laah". Bener dah kebiasaan lama, senengnya nyantai. Selama hampir sebulan di Learning Camp berslogan "Sukses Meraih Mimpi, Allahu Akbar". Kerasa banget deh semangat yang berkobar dari hati setiap meneriakkan Kalimat super Berkhasiat ini. Selalu ingin segera start jongkok untuk lari ngeraih mimpi. Tapiiiiiiii, mimpi gue apa siih?


Sampai akhirnya saya diterima di Matematika. Iya, seneng banget ^^. Emang kebetulan saya seneng Matematika, seneng ngajar Matematika juga. #nah lho kenapa ga ngambil pend. matematika atuh neng? Alasannya karena saya trauma dengan satu univ negeri di Bandung yang biasanya menjebolkan wisudawan calon guru hanya karena temen satu angkatan ga ada yg diterima di Univ Negeri itu saat SNMPTN tulis. Katanya sih, SMA saya kena blacklist. 

Nah, Kegalauan tahun lalu kini terulang kembali. Disaat saya wajib memilih bidang minat Matematika. Kembali saya bingung ~_~  . (jangan ngikutin saya yaah)

Maka, setelah sekian lama jemari bercerita, intinya pada drama memang membuat skenario itu perlu. Begitu pula dalam kehidupan kita. Membuat rencana itu berkorban waktu sebentar tapi justru menyelamatkan berpuluh-puluh tahun hidup kita kedepannya. Membuat rencana memang perlu karena tidak selamanya "Dunia berpihak pada kita". Janganlah hanya jadi buah yang terjatuh di sungai terbawa arus hingga ke lautan luas. Mungkin dia terkesan diberi kebebasan, keluasan, tapi sang buah tiba kesana bukan karena usahanya. Jadilah buah yang terjatuh di tanah menjadi benih, tumbuh besar dan indah, membawa tenaga untuk sekitarnya.

Semoga tetap kesejukan berpihak padaku di Matematika.. ^^